Senin, 25 April 2016

Camping Ceria ke Gunung Putri Lembang


Hai again...

Disini ada yang suka leha-leha sama kewajiban gak sih? kalau ada, toas kita sama. Keleha-lehaan yang saya lakukan kali ini soal ngurusin tugas akhir. Permasalahannya bukan di tugas akhirnya sih, tapi di laporannya. Pasalnya, saya magang di dua tempat berbeda,otomatis laporan yang dibuat pun harus dua, belum lagi laporan mingguan yang harus ditulis tangan.

Saya adalah tipikal orang yang lebih suka santai tapi sekali ngerjain selesai, dibanding dengan mencicil sedikit demi sedikit. Itulah salah satu penyebab saya masih bisa jalan-jalan meski sedang memasuki waktu deadline. Hari Sabtu kemarin saya diajak teman-teman saya untuk camping ceria ke gunung putri,lembang. Karena satu laporan sudah beres akhirnya saya mengiyakan tawaran tersebut, hitung-hitung ngilangin stres hasil sisa ngerjain laporan.

Jumat, 22 April 2016

Saat Dewasa, Kita Bakal Jarang Ngelakuin Hal Ini

Halo masbro-mbak bro sedulur sesaudaro seantero nusantaro, tambuah ciek (paanci -__-).

Astaga, Udah lima bulan aja gak nge-blog. kalau gak diingetin dan dimaki-maki sama temen lama mungkin gue gak bakal inget kalau gue punya blog. Jangan salahkan gue, salahkanlah hengpon bajingan ini.

Racchuun

Gara-gara handphone ini gue kecanduan ngabisin kuota dengan sia-sia dan jauh dari kata produktif. Kalau gak lagi magang, kerjaan gue cuma nyolokin headset-dengerin lagu sambil bulak-balik social media sampai baterai habis-cas hape-tidur-makan-repeat. Serius, hal yang gue takutkan dulu sebelum punya smarthphone bener-bener kejadian. Gue jadi ketularan autis kaya temen-temen gue, meskipun sebelumnya autis-autis juga sih didepan laptop. tapi, seenggaknya gue bisa produktif. Gue bisa anteng di depan laptop ngetik naskah seharian. Lah sekarang, boro-boro ngetik, buka laptop aja malesnya nauzubillah. Nge-Blog di handphone? yaolowh jempol kuli ni borrrr, gue ngebales chat aja typo mulu gimana mau nulis naskah sama blog. Selain itu, tampilan layout blog ini jadi berantakan total gara-gara gue nyoba ngubah layout sendiri tapi gagal, itulah salah satu alasan gue males nge-blog.

Ohiya, sekarang gue lagi sibuk ngurus Tugas akhir loh manceman, doain lancar yaaa biar cepet wisuda trus langsung segera dapet kerjaan. Gak kebayang, banyak waktu senggang aja blog butut ini gak kepegang apalagi ntar kalau udah kerja. Tapi gue gak boleh lupa kacang kulit, eh bentar, Kacang lupa kulit maksudnya, karena berkat blog ini juga gue bisa ngetik lebih cepat dari teman teman gue. xoxoxo ini keren gak sih? (biasa aja)
 
Oke kali ini serius, Bulan kemarin gue ulang tahun ke 21. Gue ngerasa fase kali ini jadi agak beda. kalian ngerasain gak sih semakin bertambahnya umur, banyak hal yang berubah dari kehidupan kita sedikit demi sedikit tanpa kita sadari.

Dari survey sotoy gue kaya biasanya inilah yang bakal berubah saat kita memasuki fase dewasa:

Sabtu, 28 November 2015

Cerita Tentang Pria Yang Terlalu Mudah Jatuh Hati



Ini cerita tentang seorang pria yang terlalu mudah jatuh hati. Cerita tentang seorang pria yang masih terduduk lesu dengan secangkir susu hangat di samping laptopnya. Suasana disekitarnya sudah sangat sepi, seluruh karyawan sudah pulang duluan sejak pukul lima sore tadi. Kini hanya dirinya yang tersisa bersama dengan setumpuk pekerjaan yang harus ia selesaikan sebelum pulang.

Sunyi membuat malam terasa lebih panjang kali ini, hanya terdengar irama dari keyboard yang beradu dengan jari-jarinya yang sibuk mengetik, tak jarang sesekali deruan suara mobil dan motor yang lalu-lalang juga terdengar di balik jendela kantornya.

"Traak..." suara dari tombol Enter yang kali ini berbunyi paling keras, namun ada hening yang panjang setelahnya. Irama ketikan yang sedari tadi mengelitik telinga telah berhenti, menandakan pekerjaannya telah selesai. 

Pria itupun menggulung lengan bajunya, lalu mengambil cangkir yang sejak tadi menyaksikan pantulan cahaya monitor yang menyinari wajah seriusnya saat sibuk bekerja. Ia mulai menyeruput secangkir susu coklat yang kini mulai dingin, lalu menyandarkan kepalanya ke kursi. Ia memutar kursinya 180 derajat, lalu kembali menyuruput susu tersebut sembari memperhatikan sebuah kursi. Kursi seorang wanita yang senyumannya berjuta-juta kali lebih manis dibanding susu dingin ini. Senyuman itu juga yang membuat dia jatuh hati saat pertama kali menginjakkan kaki di kantor ini, ditambah jabat tangan perkenalan yang membuat getaran hebat di dada pria ini saat itu.